Chapter 1: Wizard Terkuat?!

*Burung – burung telah mulai berkicau, menandakan pagi yang baru telah tiba*

Seperti hari – hari biasanya, tidak ada sesuatu pun yang menarik perhatianku hari ini. Aku sudah terbiasa duduk diam dan hanya melihat keluar jendela, tanpa memikirkan sesuatu. “Andai saja rasa bosan bisa dijual, mungkin sekarang aku sudah kaya raya” atau setidaknya hanya kata – kata inilah yang sering masuk kedalam kepalaku yang mungkin masih memiliki banyak ruang kosong.

Sebagai seorang pelajar SMA, kehidupanku tergolong biasa – biasa saja, atau bahkan jauh dari “biasa – biasa saja”. Ketika sebagian besar siswa SMA menghabiskan waktunya dalam kegiatan klub ataupun belajar, aku tidak terlalu tertarik dengan semua itu. Ketika sebagian besar dari mereka pergi bersama untuk mengerjakan tugas kelompok, atau hanya sekedar berjalan – jalan bersama. Aku selalu mengurung diriku dikamar, setidaknya untuk. . . . . . .

*Aku tidak pernah merasa iri pada kehidupan orang lain di dunia itu. . . .*

“Shadow step!”

“Thousand Knife! Ini sudah yang ke-sepuluh”

“Monster di daerah ini benar – benar lemah, mungkin aku harus berjalan lebih jauh untuk mencari monster dengan level yang lebih tinggi, akan membutuhkan waktu yang panjang untuk dapat naik level hanya dengan monster seperti ini.”

“GAAAOOOOOOOOOOOOO!!!!”

“Gawat!” aku berusaha menghindari serangan musuh yang muncul secara tiba – tiba dari dalam tanah.

“Phoenix Flame!”

*Duarrrrrrr!*

“Kau membuat kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan, sekali lagi kau melakukannya dan kau akan kembali ke Hall” ucap seorang gadis dengan pakaian khas seorang wizard, sembari berjalan menjauh.

“Tunggu!” aku mencoba berbicara dengannya namun dia tidak menghiraukanku.

“Sialan, aku lupa melihat namanya. Sombong sekali dia, apakah dia menganggap dirinya lebih kuat daripada aku!” aku menggerutu sambil melanjutkan perjalananku, dan kali ini aku lebih waspada dengan kondisi sekitar.

*Selamat datang di kota Avalon*

“Selamat datang di guild inn, apakah ada yang bisa kami bantu?”

“Tidak, aku pesan minum saja.”

“Baiklah, mohon menunggu”

“Huh, aku benar – benar lelah karena perjalanan ini. Sepertinya aku harus mencari tempat bermalam” sambil membuka inventory ku untuk mengecek berapa banyak uang yang ku punya.

“silahkan” pelayan datang dan menaruh minuman di mejaku.

“Sialan, aku hanya punya 50 gold tersisa, biaya penginapan mungkin butuh sekitar 5 gold. Sebenarnya akan lebih mudah jika aku memiliki lebih banyak uang untuk membeli rumah. Tapi aku butuh sekita 1000 gold untuk membeli sebuah rumah. Darimana aku bisa mendapatkan uang sebanyak itu!” aku menggerutu sambil meminum minuman yang ku pesan.

“Mungkin aku akan memikirkannya lagi nanti” aku menghabiskan minumanku dan bergegas pergi untuk mencari tempat penginapan.

Di dunia ini, meskipun kami tidak terjebak, ataupun hidup selama 24 jam dalam dunia ini. Tetapi kami tetap harus memastikan bahwa character yang telah kami buat berada pada tempat yang aman sebelum kami log out. Hal ini kami lakukan agar kami tidak mati karena terbunuh oleh monster ataupun Player Killer. Karena itulah menyewa penginapan adalah hal yang sangat penting bagi kami. Biaya penginapan biasanya mengambil 5 gold dari kami untuk tinggal selama 24 jam. Selain itu juga, game ini memiliki sistem yang benar – benar meniru apa yang ada di dunia nyata, contohnya. Kita harus makan setiap hari atau point kita akan berkurang, dan itu menyebabkan menurunnya stamina ataupun serangan kita. Karena itulah, kami harus mewaspadai banyak hal dalam game ini.

Aku membuka mataku dan melepaskan B-Gear. Dan aku menyalakan lampu di kamarku.

“Kuro cepat turun! Makan malam sudah siap, apakah kamu mau agar ibu memanggil ayahmu untuk menghabiskannya?”

“Aku akan segera turun” Aku berjalan keluar kamarku dan menuju ruang makan.

“Kei cepat kemari, atau kakakmu dan ayahmu akan menghabiskan semua makanan yang ada”

“Aku sudah pasti akan menghabiskan semuanya, entah mereka akan datang atau tidak” ayah berkata sambil sedikit tertawa.

“Ayah harus inget bahwa tidak hanya ayah saja yang memiliki perut yang harus di isi di rumah ini” Kei membalas ucapan ayah, sedangkan ayah hanya tertawa.

“Sudah ayo cepat dihabiskan, jangan bicara saja” ibu mengambil nasi untuk kami semua.

“Ah iya Kuro, bagaimana sekolahmu, apakah kau sudah terbiasa bersekolah disana?” ayah bertanya padaku sambil mengambil lauk pauk.

“Ya, begitulah, sama saja seperti di sekolahku yang dulu”

“Maafkan ayah karena, ayah harus mengajak kalian semua pindah secara tiba – tiba”

“Sudahlah, ini bukan salah ayah, lagipula Kuro dan Kei tidak merasa keberatan pindah kesini, benar kan?”

Kami berdua pun hanya mengangguk.

“Aku sudah selesai, aku akan kembali ke kamarku untuk beristirahat.” Aku pun kembali menuju kamarku.

Saat ini jam masih menunjukkan pukul 9 malam.

“Sepertinya aku masih memiliki waktu untuk menaikkan levelku”

Aku mulai memasang B-Gear ku dan melakukan log in.

“Dive!”

*Beeeepppp!*

“Baiklah, game ini sangat menguntungkan karena memiliki waktu yang sama dengan dunia nyata, meskipun untuk menghabiskan satu hari disini agak sedikit lebih lama daripada kebanyakan game lainnya”

“Sekarang aku akan mulai mencari monster di hutan timur” aku bergegas keluar kota dan menuju hutan timur.

Namun ketika aku hendak keluar dari gerbang kota. . . . .

“Hei hei, apakah kau sudah mendengar kabar yang tersebar?”

“Jangan – jangan kabar mengenai Wizard terkuat yang datang ke kota ini ya?”

“Benar sekali. Jadi apakah kau pernah melihatnya?”

“Tidak, tidak, player seperti dia itu bukanlah player yang mudah untuk kita temui”

“Aku berharap aku dapat bertemu dengan mereka”

Aku secara tidak sengaja, mendengar pembicaraan 2 orang tadi dan aku mulai berfikir “Siapakah Wizard terkuat itu? benarkah dia datang kemari? Saat ini mungkin aku bisa dikatakan sudah kuat karena aku sudah masuk level 50, namun aku belum pernah melihat player yang lebih kuat dari aku di daerah ini. Tapi apakah mungkin para player kuat itu mau jauh – jauh datang ke tempat seperti ini?” Aku merenung sambil melanjutkan perjalananku.

“Shadow Step!”

“Fury Blade!” aku terus menghabisi monster yang ada.

“Flame Phoenix!” aku mendengar seseorang memakai skill.

“Suara ini! Skill ini! Jangan – jangan!” aku segera berlari mencari pengguna skill ini.

*Character level UP! Congratulation!*

“Di- Dia mengalahkan boss area hanya dengan satu skill?! Siapa sebenarnya orang ini!”

Wizard berjubah ini pun segera pergi, namun kali ini aku berhasil mengejarnya.

“Tunggu sebentar!” aku menyentuh wizard berjubah itu.

“Fire vortex”

“Skill ini!” aku segera melompat mundur untuk menghindari skill yang ia gunakan, skill itu adalah skill yang bisa membuat putaran api disekitar penggunanya dan memiliki damage yang besar.

Wizard berjubah itu pun melangkah pergi namun aku melihat sesuatu yang mengingatkanku pada sesuatu ketika melihat wizard itu melangkah pergi. Apakah yang sebenarnya terpikir olehku ketika melihatnya? Siapakah dia?

“Suatu saat nanti, aku pasti akan menemukannya dan berbicara dengannya”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s