Chapter 2: Persahabatan!

“Selamat pagi Kuro!” sebuah tangan besar menepuk punggungku.

“Sudah berapa kali aku katakan padamu untuk tidak melakukan hal seperti itu” aku menjawab laki – laki berbadan tegap itu dengan nada datar.

“Hei hei, ayolah, apakah kau tidak bisa santai sedikit? Maksudku, kupikir kehidupanmu memang sedikit terlalu santai. Tapi tidak bisakah kau bersikap seperti bahwa kita ini adalah teman?” laki – laki itu terus berbicara sambil menepuk – nepuk pundakku.

“Lakukan saja apa yang kau inginkan, tetapi sejak lahir aku memang sudah seperti ini. Leo, aku berbicara padamu bukan karena aku ingin menjadi temanmu, hanya saja aku tidak bisa melupakan hari itu.” aku mengungkapkan kata – kata ini sambil mengeluarkan buku dari tasku.

“Sudahlah, apa yang telah berlalu biarkan saja menjadi masa lalu”.

 

—***—

“Awas!”

*Brakkkkkk!*

Aku tidak tahu apa yang telah terjadi, aku hanya tahu, bahwa aku telah terjatuh ke tanah setelah seseorang mendorongku.

“Cepat panggil ambulans! Cepat! Cepat!” orang – orang berlarian menuju tempat yang berjarak sekitar 2 meter dari tempat aku terbaring.

“Apakah kau tidak apa – apa anak muda?” seorang pria yang memakai jas dan tampak seperti orang yang baru pulang dari kantor datang menghampiriku dan membantuku untuk duduk.

“Mmm, ya, aku tidak apa – apa. Tapi apa yang telah terjadi disini?” aku duduk sambil sedikit menenangkan diriku yang masih tidak tahu akan apa yang sebenarnya telah terjadi.

“Sebuah mobil kehilangan kendali beberapa saat yang lalu, dan mobil itu hampir saja menabrakmu. Tapi tiba – tiba seorang anak laki – laki lain yang sepertinya memakai seragam sekolah sepertimu melompat untuk menyelamatkanmu” pria itu bercerita sambil mencoba membantu menenangkanku.

“Tapi tenang saja, aku yakin dia adalah anak yang kuat dan aku yakin dia pasti tidak apa apa” pria tersebut segera bangun, menepuk pundakku dan pergi berjalan kembali.

“Si! Siapa yang mau melakukan hal bodoh seperti itu!” aku segera bangkit dan berjalan menuju tempat yang penuh dengan orang itu, sambil melihat ambulans yang telah datang untuk menolong anak itu

“Benar! Dia mengenakan seragam sekolah yang sama sepertiku! Si- siapa dia!” aku terus menatap wajahnya yang terlihat tenang karena sepertinya dia pingsan.

Ambulans pun segera membawa anak itu pergi.

—***—

 

*Jam tanda istirahat makan siang pun berbunyi*

“Hei Kuro, apa kau akan membuang waktu makan siang yang berharga seperti ini dengan hanya diam di kelas lagi hari ini?” Leo menghampiriku dengan membawa sebuah kotak makanan.

“Memangnya apa lagi yang harus kulakukan?” aku melipat tanganku diatas meja dan memasukkan wajahku kedalam.

“Ada satu hal yang bisa kau lakukan” Leo menjawabku, dan lagi – lagi. Dia memasang ekspresi itu.

“Jangan bilang kau akan menyeretku untuk makan denganmu di rooftop” aku membalasnya sambil mengangkat wajahku.

“Aku tidak harus menyeretmu, aku bisa menggendongmu jika kau mau” Leo tertawa terbahak – bahak.

“Hentikan jawabanmu yang menjijikkan itu, aku tidak akan bergerak sedikitpun dari tempat ini” aku kembali memasukkan wajahku.

“Hei, Kuro. Aku dengar kau suka bermain game ya. Aku mendengar bahwa ada sebuah game yang seru. Kalau tidak salah, nama game itu- Brave apalah itu. Dan aku baru saja memainkannya kemarin, game itu benar – benar gila!”

“Brave Road!” pikirku.

“Apakah kau benar – benar memainkannya?!” aku menjawabnya dengan sedikit kaget dan mungkin Leo akan salah mengartikan jawabanku.

“Hahaha! Sudah ku duga kau adalah seorang maniak game” Leo meledekku sambil berjalan pergi.

“Ikutlah denganku dan mari kita bicarakan topik yang sangat kau suka ini”

“Aku tidak pernah menyangka bahwa ada murid di sekolah ini selain aku, yang memainkan Brave Road. Apa itu karena aku tidak pernah bergaul dengan orang lain ya? Tapi siapa peduli dengan semua itu” aku pun berakhir dengan mengikuti Leo dan makan bersamanya.

Begitulah aku kembali jatuh pada kata – kata Leo.

 

*Lonceng sekolah tanda kegiatan sekolah telah berakhir pun terdengar*

“Baiklah aku akan menemuimu disana” Leo melambaikan tangannya sambil melangkah pergi.

Aku tidak menyangka aku akan memiliki teman, sejak dulu, aku selalu saja sendirian. Tidak ada orang yang mau berbicara berbicara padaku atau bahkan mendekatiku. Aku seperti tidak hidup di dunia ini saja. Aku melanjutkan perjalananku pulang.

 

“Aku pulang”

“Ah, Kuro. Selamat datang. Cepatlah mandi dan bantu ibu untuk memasang ini disana”

“Baiklah” aku naik menuju kamarku.

Aku merebahkan diriku diatas tempat tidurku. Aku merasa bebanku sedikit terangkat.

 

“Dive!”

Aku membuka mataku, dan begitulah aku kembali ke dunia ini.

“Disana ya” aku menutup map dan segera menuju hutan timur.

 

“Kuro! Kemari” aku mendengar suara seorang laki – laki memanggilku dan aku pun segera menuju suara itu.

“Jadi begini ya penampilanmu saat sedang di dalam dunia lain ini” seorang pria dengan armor yang terlihat berat sambil membawa perisai menyapaku.

“Aku sendiri sudah meyangka kau akan memilih Swordsman”

“Hei hei, setidaknya pujilah characterku yang ku buat dengan susah payah agar terlihat keren ini” seperti biasa, Leo selalu bertingkah kekanak – kanakan.

“Jadi apa yang mau kau bicarakan?”

“Apa? Bukankah hal itu sudah jelas? Ajari aku cara bermain game ini” ujar Leo sambil merengek.

“Hemmmm, aku tidak mengerti kenapa kau bermain game yang tidak kau ketahui cara mainnya, atau setidaknya bukankah kau sudah melewati tahap tutorial”

“Emmm~ sebenarnya, ketika aku pertama kali bermain game ini, aku tidak terlalu memperhatikan. Dan ketika NPC yang aku lupakan namanya itu, bertanya, apakah kau mau melihat tutorial? Secara tidak sengaja, aku menjawab tidak”

“Bukankah itu akibat dari sifatmu yang selalu mengedepankan ototmu tanpa menggunakan otakmu?”

“Hei hei, itu kasar sekali teman” Leo menjawabku sambil sedikit menyenggolku hingga aku hampir saja jatuh, setidaknya dia harus menyadari perbedaan job kita.

“Baiklah, aku akan menjelaskan secara singkat. Pertama – tama kau harus mengali jobmu sendiri, kau adalah pemain dengan job Swordsman yang artinya, itu cocok dengan kepribadianmu yang selalu mengedepankan otot dari pada otak”

“Hei hei, ini yang kedua kalinya” Leo memotong kata – kataku sambil sedikit tersenyum.

“Kedua, sebelum kau melakukan log out, pastikan karaktermu ada di tempat aman, atau aku sarankan kau melakukan log out saat sedang di penginapan. Mengingat kau adalah pemain baru. Ketiga, pastikan kau makan dengan benar atau status mu akan berkurang dan kemampuan karaktermu akan terganggu. Dan yang terakhir, jangan membawa barang melebihi kapasitas backpackmu, itu akan mengurangi speedmu saat sedang berjalan. Dan satu lagi, hindari monster dengan level yang berbeda terlalu jauh denganmu, bagaimanapun kelihatannya.” Aku mengakhiri penjelasanku dan menarik nafas.

“Apa kau mengerti?”

“Tentu saja! Meskipun aku jarang menggunakan otakku, namun otakku ini sebenarnya dapat mengerti sesuatu dengan sangat cepat” Leo menyombongkan dirinya sambil menepuk – nepuk dadanya.

“Kalau begitu agar aman, aku akan menambahkanmu ke dalam daftar teman milikku” aku menambahkan Leo ke daftar teman.

“Wah! Itu ide yang bagus”

“Sekarang aku akan menambahkanmu ke dalam party milikku”

“Wah! Ini keren sekali” Leo menerima undangan partyku.

“Inilah awal dari petualangan kita!” Leo bersorak dan terlihat sangat bersemangat.

“Lakukanlah sesukamu asal jangan menjadi beban bagiku. Sepertinya aku harus pergi karena sekarang jam makan malam. Besok sore, sepulang sekolah aku akan membantumu untuk menaikkan level, Karena kau baru mulai, naik level tidak akan menjadi hal yang besar. Sampai jumpa”

“Terima kasih banyak Kuro!” Leo mengacungkan jempol padaku, dan begitulah kami mengakhiri pertemuan kami di dunia baru kami. Dan mungkin apa yang Leo katakana benar, ini akan menjadi awal petulangan kami. Karena sebenarnya selama ini aku hanya melakukan quest dan hanya berfokus untuk menaikkan levelku, aku rasa banyak hal yang masih tersimpan di dunia ini, dan mungkin. Mungkin, kedatangan Leo ke dunia ini akan membawa sesuatu yang baru bagi perjalananku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s